Untukku dan hanya bagiku, pintu surga adalah baktinya seorang anak kepada sang ibu. Ibu bisa menjadi sahabat terbaik, teman bercerita dan bahkan ibu bisa menjadi pembuka pintu untuk masuk surga. Baktinya seorang anak merupakan pahala serta ladang terbesar yang dapat mengantarkan seorang anak kepada dekatnya pintu surga.

Surga sendiri adalah hadiah terbaik dan paling baik yang bisa diberikan oleh seorang ibu kepada sang anak. Dengan patuh dan berbakti kepada sang ibu, kita sebagai seorang anak bisa mendapatkan pahala serta bisa berada di depan pintu surga. Kasih sayang ibu itu sepanjang masa tiada pamrih atau pun mengharapkan imbalan.

Kasih sayang ibu itu tiada henti-hentinya. Doa sang ibu pun setiap waktu, setiap saat dan bahkan di setiap tidurnya. Tiada lelah ibu selalu memberikan semangat, doa serta kasih sayangnya kepada sang anak. Ibu selalu berjuang dan berusaha melakukan yang terbaik hanya untuk kita, sang anak.

Karena itu pintu surga sangat mudah syaratnya, dengan berbakti serta patuh kepada sang Ibu, kita bisa mendekat kepada pintu surga. Pintu surga dibuka untuk semua umat manusia, dengan berbakti dan patuh kepada Ibu yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan kita sebagai seorang anak.

Kita sebagai seorang anak pun wajib menyayangi sang Ibu, merawatnya dengan penuh kasih sayang sama seperti sang Ibu mengasihi kita waktu kita masih semasa kecil dulu. Apapun keadaan kita nantinya, kasih sayang seorang Ibu tidak akan pernah berubah atau hilang, karena kasih sayang seorang Ibu akan tetap sama sampai kapan pun kepada sang anak.

Dengan mempertaruhkan nyawa, sang Ibu melahirkan seorang anak. Dengan lembut dan kasing sayang seorang ibu merawat sang anak. Hingga sang anak tumbuh dan menjadi anak yang dewasa. Kebahagiaan sang anak adalah kebahagiaan seorang ibu. Setiap kalimat yang diucapkan oleh seorang Ibu adalah doa untuk sang anak.

Perjuangan, pengorbanan dan pengharapan seorang Ibu kepada anaknya tidak akan pernah putus. Ibu selalu dan selalu bisa serta berusaha memberikan yang terbaik kepada darah dagingnya. Sekeras dan sesulit apapun cobaan yang di hadapi sang Ibu, beliau akan terus selalu memberikan senyuman kebahagiaan serta kehangatan bagi sang anak.

Ada pantun betawi tentang Ibu yang menurut saya sangat menginspirasi. Pantun ini menceritakan kisah perjuangan dan pengorbanan sang ibu.

Pak mendo di atas tugu, udah mateng jadi abu

Abu merah di lempar buaya, ikan berawak terbang ke hawai

Tiada kado untuk ditunggu, jangan pandang enteng sang ibu

Walau keadaan ibu parah, tepar dan tak berdaya, melahirkan anak itu bahagia

Itulah pantun yang buat saya tersentuh dan ingin selalu berbakti kepada ibu. Ibu adalah segala-galanya bagi sang anak, karena tanpa Ibu tidak akan lahir sang anak. Tanpa Ibu sang anak tidak bisa masuk surga. Karena pintu surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Hanya Ibu yang bisa mengantarkan anak-anaknya menuju surga.

Ibu adalah sosok yang dapat membahagiakan anak – anaknya. 1 ibu bisa menghidupi 10 orang anak, tetapi 10 orang anak belum tentu bisa menghidupi 1 orang Ibu. Itulah keistimewaan seorang Ibu. Ibu mampu menutupi rasa sakit dan kesedihannya di depan sang anak. Karena seorang ibu tidak ingin sang anak tahu bahwa hari ibunya sedang terluka. Surga itu di bawah telapak kaki Ibu.(ra)