Era internet sekarang tidak hanya membawa tren fashion, gadget, belanja, atau moda angkutan baru. Salah satu bidang yang menyedot banyak perhatian, khususnya kaum ibu, adalah parenting online. Banyaknya sumber rujukan dan kelas-kelas online bersama para pakar parenting dengan pendekatan yang tak kalah beragam membuat setiap ibu berlomba-lomba mencari sebanyak mungkin referensi yang sekiranya bisa diterapkan untuk tumbuh kembang sang anak.

Melalui lingkaran pertemanan yang cenderung lebih ‘riuh’ daripada laki-laki, perempuan menjadi agen sharing yang luar biasa aktif bagi tumbuhnya industri parenting online di Indonesia. Parenting online kini telah berkembang menjadi sebuah industri. Pendekatan yang diambil mulai dari berlandaskan agama, pendekatan modern ala barat, hingga pola parenting yang mensyaratkan beragam daily activities terukur bagi anak adalah hal yang paling sering kita temui. Mereka berebut tempat di hati para orang tua dan calon orang tua yang mencari informasi dan ilmu pengasuhan di dunia maya.

Tidak ada yang salah dengan usaha untuk meningkatkan kemampuan diri sebagai ibu maupun calon ibu lewat kelas parenting online. Hal ini bahkan dapat meningkatkan kemahiran perempuan dalam pengasuhan anak. Namun beberapa hal berikut perlu disadari agar setiap perempuan di era digital ini tetap bijak dalam melahap beragam ilmu di kelas parenting online,

Pertama, setiap anak tentu terlahir unik dengan bakat, kemampuan dan daya serap yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lain. Ini harus ditanamkan dan disadari sepenuhnya oleh seluruh perempuan, khususnya kaum ibu, agar tidak mudah terbawa arus ataupun tips-tips parenting yang bersifat umum.

Selanjutnya, harus disadari pula bahwa sama sekali tidak ada paksaan bagi ibu untuk melakukan teori tertentu kepada anaknya. Adalah baik bagi seorang ibu jika ingin menerapkan metode yang telah teruji dalam pola pengasuhan ribuan anak. Namun, perlu dipahami bahwa tidak setiap anak harus diasuh dengan pola yang sama dengan anak-anak lain. Pahami karakter dan gaya belajar anak Anda sebelum memutuskan pendekatan parenting mana yang akan Anda gunakan.

Last but not least, meskipun hampir seluruh kelas parenting baik yang gratis maupun berbayar memiliki misi yang mulia untuk mengedukasi para orang tua tentang pola pengasuhan yang baik, sikap bijak tetap harus diutamakan. Sebagai contoh, tetap lakukan cross check dengan ahli kesehatan atau dokter anak terdekat jika ada tips, anjuran, atau sharing mengenai kesehatan, makanan, atau obat-obatan yang sebaiknya dikonsumsi maupun dihindari oleh anak. Apalagi jika sharing tersebut bersifat personal dan tidak didukung bukti ilmiah yang cukup. (wf)