Saat ini kita begitu mudah mendapatkan informasi, berita secara online, dengan memakai internet. Dari beragam berita yang tersebar, tak sedikit “berita sampah” yang belum terverifikasi kebenarannya ikut beredar. Bagaimana cara menangkal berita sampah itu agar tak menyesatkan kita dan keluarga, maupun orang-orang terdekat?

 

Menurut data Lembaga Riset Pasar E-Marketer, tahun 2014 pengguna internet di Indonesia mencapai 83,7 juta orang. Masyarakat memang semakin mudah mengakses informasi melalui media online.

Apalagi di musim pilkada ini, setiap kubu calon gubernur maupun bupati mempunyai strategi kampanye melalui sosial media dengan meng-hire buzzer-buzzer yang berfungsi menyebarkan berita bermacam bentuk. Mulai opini, program bahkan fitnah dan caci-maki. Tujuannya untuk mencuci otak para pembaca supaya mengikuti pilihan calon tertentu.

Akibatnya, masyarakat menjadi terprovokasi dan memicu terpecahbelahnya persatuan. Karena fitnah mudah tersebar di sosial media.

Nukman Lutfie, Pakar Sosial Media mengungkapkan cara cerdas menyikapi berita-berita yang berseliweran di sosial media. Berita online yang menjadi ajang bisnis dan key performance indikator dari berapa klik yang didapat, semakin banyak berita yang judulnya heboh, “mengundang” untuk di-klik tapi belum tentu berguna.

otak-berita-sampah

Nukman Lutfie pun membagi tips menyaring berita yang layak untuk kita baca:

Baca Berita Utuh : Tidak membaca judulnya saja karena judul sering dimanipulasi dan untuk menjaring banyak klik biasanya dibuat dramatis dan berbau provokasi. Sebaiknya baca utuh berita tersebut lalu pahami dan bandingkan dengan fakta yang ada. Mencerna berita sebaiknya sambil verifikasi dengan sumber lain.

Verifikasi  Melakukan verifikasi sumber berita akan memberikan konsumsi berita yang memang layak kebenarannya. Buat perbandingan dengan berita serupa yang di-share media lain yang terpercaya.

Bijak Ketika Share Berita: Pertumbuhan pengguna internet dan keluarnya berbagai merek gadget, membuat masyarakat mudah menerima dan memberi berita-berita dari akun sosial media yang dimilikinya. Eksistensi dan pengakuan ingin didapatkan para pemilik akun sosial media sehingga ketika mendapatkan berita, ingin selalu membagikannya kembali dengan Retweet, Regram atau share ulang. Dalam hal ini, sebaiknya lihat dulu berita tersebut, apakah kebenarannya sudah terbukti? Bagaimana caranya? Verifikasi tentunya.

Namun yang lebih mudah untuk filter berita tersebut, Nukman Lutfie menyarankan, jika yang membagikan berita tersebut akun yang belum jelas, followers masih bisa dihitung jari dan foto tidak terpampang, langsung skip saja.

“Begitu pula untuk berita yang dibagikan melalui screen shoot apabila berita tersebut tidak ada link nya, berbau provokasi, abaikan saja.” Kata Nukman.

Hati-hati sebelum membagikan berita, jangan malah tindakan tidak hati-hati dalam menyebarkan berita tersebut menyeret ke ranah hukum dan banyak merugikan orang lain.

Follow Akun-Akun Real dan Terpercaya : Follow akun-akun yang bermanfaat dan terpercaya. Dengan melihat konten dan attitude nya.

Selayaknya netizen saling mengedukasi dan memberi wawasan berguna serta menjadi penetral situasi panas. Jadilah netizen cerdas dan bijak yang menjadi penebar informasi bermanfaat.(ab)