Sebagai makanan hasil fermentasi, yoghurt memiliki banyak manfaat. Menurut hellosehat.com, terdapat 7 manfaat bagi tubuh jika kita rutin mengkonsumsi yoghurt, sebagai berikut :

  1. Menurunkan tekanan darah
  2. Sumber protein yang baik
  3. Menggantikan energi setelah berolahraga
  4. Membantu melancarkan sistem pencernaan
  5. Menjaga kesehatan tulang
  6. Sumber mineral dan vitamin
  7. Memperkuat sistem imun.

Selama ini, umumnya kita membeli yoghurt yang dijual di supermarket, atau cafe. Tetapi, tahukah anda, bahwa kita dapat membuat yoghurt sendiri? Selain harganya lebih ekonomis, juga pastinya kita lebih pasti tentang kualitas yoghurt yang dihasilkan.

Dikutip dari ceumeta.com, terdapat 4 faktor yang harus diperhatikan saat akan membuat yoghurt sendiri. Diantaranya sebagai berikut :

Kesegaran susu
Susu yang digunakan untuk membuat yoghurt sebaiknya susu murni segar. Kalau pakai susu pasteurisasi, pastikan bahwa tidak ada campuran bahan, misalnya air atau skim. Jika susu murni yang digunakan belum dipasteurisasi tidak apa, karena susu akan dipanaskan untuk mematikan bakteri pathogen. Dalam beberapa manual, dapat dilakukan penambahan bubuk skim, tapi rasanya sangat kuat. Kebetulan saya menggunakan skim keluaran salah satu pabrik dan rasanya beda dengan yoghurt di pasaran.


Sterilisasi alat
Sterilisasi dilakukan dengan merebus peralatan selama 15 menit pada suhu 121 derajat celcius. Tanpa autoklaf, cukup sulit mencapai cara tersebut. Teringat almarhum bapak yang dulu melakukan sterilisasi alat kedokteran dengan merebus dalam panci enamel tertutup selama 15 menit. Insya allah bakteri pathogen bakal mati.

Bibit Yoghurt/starter
Idealnya bibit yoghurt menggunakan kultur dari laboratorium. Tetapi, tidak usah khawatir, yoghurt original dapat digunakan sebagai starter. Syaratnya, masih murni ya, tidak dicampur gula maupun air. Untuk 1 liter susu, dapat menggunakan 100 ml yoghurt sebagai starter.

Suhu
Lactobactilus bulgaricus, merupakan bakteri yang dapat mengubah laktosa menjadi asam laktat. Bakteri jenis anaerob ini dapat hidup pada suhu sekitar 40 derajat celcius. Sehingga dalam proses pembuatan yoghurt, perlu diperhatikan suhu optimal dimana bakteri tersebut aktif.

Proses Pembuatan Yoghurt

Bahan dan Alat

Bahan :

1 liter susu
100 ml yoghurt plain (saya pakai merk biokul)
2 sdm susu bubuk full cream (optional)

Alat :

1 panci stainless atau enamel
1 wadah plastik untuk menyimpan yoghurt (pilih yang dapat direbus)
1 sendok makan
1 gelas untuk mencampur stater
1 termometer
1 pemanas (dapat menggunakan lampu, dehydrator, atau handuk yang dihangatkan)

Cara membuat :
1. Rebus semua alat yang akan digunakan dalam suhu 121 derajat celcius selama 15 menit
2. Rebus susu sampai suhu 80 derajat celcius dengan api kecil, jangan sampai mendidih
3. Masukkan susu pada wadah pembuatan yoghurt, dinginkan hingga suhu 40 derajat celcius
4. Tambahkan susu bubuk dilanjutkan dengan stater, aduk rata. Semua proses menggunakan alat yang sudah disterilisasi.
5. Simpan /fermentasi campuran susu pada suhu 40 derajat celcius selama 7-10 jam.
6. Setelah cairan membentuk padatan, proses fermentasi sudah selesai. Masukkan yoghurt ke dalam lemari pendingin. Untuk konsumsi sendiri, yoghurt dapat bertahan hingga 10 hari.

Tidak sulit kan untuk membuat yoghurt sendiri. Tetapi, tetap harus mengikuti syarat  kebutuhan hidup bakteri pembuat yoghurt. Untuk mengkonsumsi yoghurt tidak hanya dilakukan dengan menjadikannya sebagai minuman, tetapi juga dapat untuk membuat makanan, seperti dressing untuk salad, membuat kue, roti, hingga masker untuk perawatan wajah

Bukan tidak mungkin, yoghurt dapat juga menjadi inspirasi bagi anda sebagai salah satu ide bisnis. Selain dapat mengkonsumsi yoghurt setiap hari, juga dapat menambah isi kantong anda.(snm)