Instagram bukan hanya membuat kita jadi demam OOTD tapi juga demam foto flat lay!  Memotret makanan atau perintilan barang-barang di sekeliling kita menggunakan kamera ponsel, foto dengan angle flat lay adalah cara yang paling aman, mudah sekaligus menarik.

Flat Lay adalah angle foto dari atas di permukaan yang rata. Biasanya teknik flat lay digunakan saat memotret makanan, kosmetik, buku, dan gawai. Meskipun terbilang mudah, memotret ala flat lay memiliki teknik tersendiri agar hasil fotonya memukau.

foto: kithjournal.wordpress.com

Karena dipotret dari atas, hal yang lumrah bila kita memotret dengan teknik ini sambil berdiri di atas sebuah kursi, bahkan tangga demi mendapatkan hasil yang sempurna.

Gaya foto flat lay banyak macamnya. Ada yang gayanya minimalis hanya terdiri dari minimal tiga warna. Ada pula flat lay yang ramai warnanya. Flat lay dengan susunan barang yang rapi enak dilihat tapi flat lay yang sedikit berantakan pun tetap menarik mata kita.

Apa saja teknik yang sebaiknya kita perhatikan bila memotret dengan cara flat lay?

  1. Komposisi

Apapun gaya flat lay kita, komposisi yang baik menentukan fotonya sedap dipandang atau tidak. Buatlah ruang di antara barang yang kita foto, namun jangan terlalu jauh.

  1. Warna

Warna tidak selalu jadi hal yang terpenting, namun bila ingin memotret dengan angle flat lay,usahakan menggunakan warna yang dapat menjadi identitas kita. Misalnya kita selalu memotret flat lay dengan warna monokrom atau konsisten menggunakan warna-warna pastel. Bahkan misalnya menggunakan warna-warna yang tebal sekalipun. Warna yang konsisten ini akan menjadi tema flat lay kita. Warna yang kita tampilkan dari foto flat lay datangnya tidak melulu harus dari barang yang jadi objek foto. Properti foto pun dapat membantu kita menentukan tema warna sebuah foto flat lay.

  1. Keseimbangan

Keseimbangan merupakan penentu hasil foto flat lay menjadi bagus atau biasa saja. Bila kita memotret flat lay dengan banyak benda di dalamnya dengan ukuran yang sama, fotonya menjadi tidak fokus dan berantakan. Coba lah susun bendanya menjadi lebih bervolume dan terlihat menonjol satu sama lain. Jangan letakkan benda yang ukurannya sama berdekatan, sebarkan mereka dan letakkan properti foto di antaranya.

Foto: chelseadamon.com

  1. Pencahayaan

Cahaya alami merupakan kunci sebuah foto yang baik. Tapi tak ada salahnya bila kita mempunya cahaya tambahan. Apalagi jika profesi kita fotografer profesional, memiliki lampu tambahan merupakan hal yang mutlak. kita tidak bisa selalu bergantung pada cahaya alami (matahari), bukan? Belajarlah untuk mengetahui dari mana arah cahaya datang. Cahaya pada foto kita dapat membantu membuat benda-benda yang kita foto menjadi lebih berkilau dan menggunggah yang melihatnya.

  1. Properti

Properti pada sebuah foto flat lay adalah segalanya. Properti foto ada banyak macamnya, dari pita hingga bunga. Bahkan gawai yang kita gunakan dapat menjadi properti foto juga lho. Itu artinya tidak semua properti foto harus sengaja kita beli. Perhatikan barang-barang di sekeliling kita dan gunakan saja barang yang ada. Scarf, kain, lilin, parfum, bahkan jam tangan sekalipun dapat menjadi properti foto.

  1. Sering berlatih dan melihat hasil foto flat lay orang lain

Butuh jam terbang untuk menguasai skill tertentu. Begitu pun flat lay. Berlatihlah terus dan jangan ragu untuk bereksperimen. Lihatlah foto flat lay milik fotografer di Instagram dan Pinterest untuk belajar komposisi, warna, dan keseimbangan.

Foto: katewaterhouse.com/tag

Selamat menjelajahi dunia fotografi dengan teknik flat lay! (nw)