Bunda, apa menu favorit putra dan putri? Berdasarkan hasil Riskesda 2013, di beberapa provinsi, konsumsi mi instan meningkat, begitu pula konsumsi makanan berlemak, dan manis. Sedangkan konsumsi buah dan sayur, cenderung rendah, hanya 8 Provinsi yang warganya mengkonsumsi buah dan sayur sesuai anjuran. Saat ini, semakin banyak masyarakat di Indonesia yang lebih menyukai makanan yang gurih dan berlemak, serta sedikit mengkonsumsi sayur dan buah.

Padahal konsumsi buah dan sayur dikatakan cukup, jika mengkonsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari selama 7 hari dalam seminggu. Berapa banyakkah konsumsi buah dan sayur anggota keluarga, terutama anak-anak? Rasa sayuran dan buah memang tidak seenak hidangan dari hewani yang gurih, akan tetapi khasiat sayur dan buah jauh lebih baik. Memberikan makanan berbahan sayur dan buah pada anak memang tidak bisa dilakukan dengan hanya menyampaikan manfaat bahan tersebut. Bunda perlu melakukan upaya ekstra supaya buah hati mau mengkonsumsi buah dan sayur.

Seperti dikutip dari hellosehat.com, Alinda Veratamala, S.Gz, menyampaikan hal-hal yang perlu dilakukan orang tua untuk mengenalkan sayur pada anak. Umumnya anak tidak suka sayur karena orang tua tidak mengenalkan sejak dini. Sayuran ternyata dapat dikenalkan pada anak sejak anak mengenal makanan padat pertama di usia 6 bulan. Menurut, membiasakan anak makan sayur sejak kecil akan mendorong anak suka makan sayur.

Cara Mengenalkan Sayur Pada Anak

Umumnya, anak enggan makan sayur, diantaranya karena rasanya yang hambar dan terkadang sedikit pahit. Selain itu, semakin besar anak, dia akan semakin dapat memilih makanan yang dirasakan enak. Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk membiasakan anak makan sayur :

  1. Memulai dengan sayuran yang manis

Beberapa jenis sayur memiliki rasa manis, diantaranya wortel, dan labu siam. Jika anak sama sekali tidak suka sayur, dapat dikenalkan dengan sayuran yang memiliki rasa. Jika anak sudah mulai menyukai jenis sayuran tersebut, kenalkan jenis sayuran lainnya secara bertahap.

  1. Terus memberikan sayuran pada anak

Jangan putus asa, sebuah tips yang diberikan oleh Arlinda. Bunda tidak boleh berpuas diri, jika anak hanya menyukai beberapa jenis sayuran. Anak harus terus dikenalkan dengan aneka jenis sayur, karena setiap jenis sayur memiliki kandungan gizi yang berbeda. Anak biasanya perlu mencoba sekitar 10 kali untuk bisa menerima jenis makanan baru dan lebih dari 10 kali untuk memutuskan menyukai jenis makanan baru. Jadi teruslah mencoba.

  1. Mengenalkan manfaat makanan sayur pada anak

Tentu bunda ingat cerita popeye the sailorman, seorang pelaut yang memiliki kekuatan setelah mengkonsumsi bayam? Kisah seperti ini dapat diceritakan pada anak supaya mereka mau makan sayur. Tidak hanya itu, Bunda juga dapat menceritakan berbagai manfaat yang terdapat pada sayuran. Seperti misalnya, kandungan vitamin, zat besi atau serat pada sayur yang dapat menghindari sembelit. Sehingga jika putra-putri terkena gangguan pencernaan, kita dapat mendorong mereka untuk mengkonsumsi sayur dan buah supaya pencernaan lebih baik.

  1. Mengkreasikan sayuran dalam berbagai jenis makanan

Sayuran merupakan jenis makanan yang dapat dikreasikan menjadi aneka masakan, termasuk mengkombinasikan dengan berbagai bahan seperti ayam, ikan, hingga nasi. Bunda dapat memasukkan sayuran dalam makanan favorit anak, seperti mie, roti, nasi goreng, atau bersama hidangan lauk pauk. Atau juga sayuran diselipkan dalam makanan selingan seperti kue, puding, bahkan ice cream.

      Ayo kenalkan konsumsi sayur dan buah pada anak sejak dini. Semua itu untuk kebaikan mereka juga tentunya, karena konsumsi makanan yang bergizi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Jika putra-putri kita sehat, bunda akan semakin senang tentunya.(snm)

Sumber :

Riskesda 2013

4 cara cerdas mengenalkan sayuran pada anak sejak dini, hellosehat.com