Marni

Staf pada Asdep Gender dalam IPTEK

 

Perempuan sebagai ibu rumah tangga memiliki peran sebagai manager dalam keluarga. Selayaknya manager, perempuan dituntut untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik. Perempuan harus pandai mengatur agar penghasilan yang diperoleh dapat mencukupi seluruh kebutuhan hidup selama sebulan. Jangan sampai penghasilan yang diperoleh sudah habis sebelum awal bulan berikutnya.

Agar tidak besar pasak daripada tiang, berikut tips-tips dalam mengelola keuangan:

  1. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang pemenuhannya tidak dapat ditunda, sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang pemenuhannya dapat ditunda. Dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan mendahulukan keinginan. Membuat catatan barang-barang yang akan dibeli ketika akan pergi berbelanja merupakan salah satu cara mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan. Catatan ini penting, sebab, terkadang perempuan cenderung “lapar mata”, tergiur dengan berbagai diskon yang ditawarkan, padahal barang tersebut tidak terlalu penting untuk dibeli.

 

  1. Buatlah pos-pos pengeluaran

Perencanaan yang baik dapat menunjang 50% keberhasilan suatu program. Bila kita mempunyai keinginan untuk mengelola keuangan dengan bijak, sebaiknya kita membuat perencanaan dengan matang. Akan digunakan untuk apa saja penghasilan yang kita dapatkan. Sediakan beberapa amplop yang diberi label sesuai kebutuhan. Sisihkan beberapa bagian untuk menabung, keperluan memasak, ongkos, bayar listrik, dan keperluan lainnya.

 

  1. Mengubah cara berpikir

Terkadang kita berpikir bahwa menabung itu adalah menyisakan uang untuk keperluan mendadak bila suatu saat diperlukan. Kita perlu mengubah cara berpikir tersebut. Menabung bukanlah menyimpan sisa uang kita, melainkan menyisihkan sebagian uang sebelum kita belanjakan. Tabunglah uang bukan diakhir bulan, melainkan di awal bulan, sesegera mungkin setelah kita memperoleh gaji setiap bulannya.

 

  1. Menabung 5 – 10% dari penghasilan

Upayakan setiap bulan ada pos dana untuk ditabung. Besarannya sekitar 5 – 10% dari penghasilan yang didapatkan. Misal pendapatan sebulan Rp.3.000.000,00, maka uang yang harus ditabung antara Rp.150.000,00 – Rp.300.000,00.

 

  1. Mengelola “uang kaget” dengan bijak

Uang kaget yang dimaksud disini bisa berupa Tunjangan Hari Raya (THR) yang kita peroleh setiap tahun, arisan, warisan, bonus atau sumber dana lain yang tidak kita peroleh secara rutin. Biasanya saat mendapatkan uang kaget seperti itu, terkadang kita lupa mengelola keuangan dengan baik. Kita habiskan untuk berbelanja barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Mulailah menata uang kaget dengan baik. Tabunglah uang tersebut agar suatu saat diperlukan dapat dikeluarkan sebagaimana mestinya.

 

  1. Jangan telat bayar kredit

Menunda pembayaran kredit melampaui waktu yang ditentukan akan mendatangkan kerugian bagi kita. Selain harus membayar cicilan sebesar yang ditentukan, kita juga harus membayar denda keterlambatan. Hal ini tentu membuat pengeluaran bertambah. Untuk menghindari densa keterlambatan, usahakan membayar cicilan sebelum jatuh tempo pembayaran.

 

  1. Disiplin

Disiplin merupakan inti dari semua tips dalam mengelola keuangan dengan baik. Disiplin dalam menabung akan membawa keuntungan yang berlipat. Latihlah diri agar berdisiplin dalam menabung. Tekadkan dalam diri kita bahwa menabung merupakan hal yang penting guna menunjang masa depan kita dan anak-anak kita. Selain itu, tanamkan kebiasaan disiplin menabung kepada anak-anak kita, agar mereka juga memiliki kebiasaan baik ini.

 

 

Sumber : pelatihan keuangan dari Prudential