Sebelum membahas mengenai cara mengurus BPJS Ketenagakerjaan, pertama-tama perlu dipahami dulu apa yang dimaksud dengan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut UU No 24 tahun 2011,  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan yang dibentuk Negara untuk mengurus jaminan sosial.

Jadi, pada BPJS Ketenagakerjaan yang dikelola adalah asuransi perlindungan terhadap tenaga kerja dari segala bentuk risiko yang dihadapi baik hilangnya kesempatan  maupun berkurangnya kemampuan untuk memberikan nafkah bagi keluarganya yang diakibatkan oleh kecelakaan, meninggal atau menjadi tua.

Mengurus Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan 

Setelah memahami bentuk lembaganya, harus diketahui juga apa saja bentuk perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Adapun perlindungan yang diberikan  BPJS Ketenagakerjaan dalam bentuk program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK) serta Jaminan Pensiun (JP). Lalu, bagaimana cara mengurus BPJS Ketenagakerjaan? Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Pengurusan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam Hubungan Kerja 

Dalam hal mengurus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, maka yang wajib mengurus adalah perusahaan apabila itu menyangkut peserta dalam hubungan kerja. Maksudnya dalam hubungan kerja adalah, perusahaan yang mendaftar merupakan perusahaan formal yang tercatat dalam surat resmi bernama SIUP dan memiliki tenaga kerja yang terikat oleh  ketentuan hukum yang mengikat, seperti memiliki jam kerja tertentu, memiliki system penggajian yang jelas, dan lain-lain.  

Untuk pengurusan kepesertaan, Perusahaan wajib mendaftarkan seluruh pesertanya tanpa kecuali, kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan menyerahkan bukti pendukung berupa:

  • SIUP (asli dan fotocopy)
  • NPWP Perusahaan
  • Copy KTP-el seluruh tenaga kerja yang di daftarkan
  • Copy Kartu Keluarga seluruh tenaga kerja yang didaftarkan
  • Melampirkan daftar gaji karyawan

2. Pengurusan Kepesertaan diluar hubungan kerja 

Selain peserta dalam hubungan kerja, pekerja diluar hubungan kerja juga wajib mendaftarkan dirinya untuk memperoleh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Yang dimaksud dengan peserta diluar hubungan kerja adalah para pekerja mandiri, seperti pemilik warung, tukang ojek, pedagang keliling, dan sejenisnya. Adapun bukti pendukung yang diperlukan antara lain:

  • Surat Izin Usaha dari kelurahan
  • NPWP Pemilik bila ada
  • Copy KTP-el pemilik dan yang diperkerjakan
  • Copy Kartu Keluarga

Pendaftaran peserta perusahaan formal maupun mandiri dilakukan secara online melalui website resmi https://bpjsketenagakerjaan.go.id/ dengan memilih menu Daftar Perusahaan.

Pengajuan Klaim BPJS Ketenagakerjaan 

Mau mengajukan klaim BPJS Ketenagakerjaan tapi tak tahu caranya? Berikut adalah tips  mudah melakukan pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan.

1. Pahami Jenis Klaim yang akan diajukan

Masing-masing program berbeda prosedur pengajuan klaimnya. Untuk Program JKK klaim hanya dilakukan oleh perusahaan peserta, bukan oleh tenaga kerja yang mengalami kecelakaan.

Sedangkan untuk program lainnya, yaitu JHT, JK dan JP klaim dilakukan oleh masing-masing individu pemegang kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

2. Penuhi Persyaratannya

Apa saja sih persyaratan pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan? Secara umum, untuk semua jenis klaim syarat utama pengajuan klaim adalah  peserta program BPJS Ketenagakerjaan memiliki kartu  peserta yang sah.

Karena kartu peserta adalah identitas resmi tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Selain kartu peserta, bukti pendukung lainnya adalah :

  • KTP-el atas nama peserta sesuai kartu peserta
  • Kartu keluarga
  • Surat Keterangan berhenti dari tempat kerja (Faklaring)
  • Nomor Rekening atas nama peserta

Ini untuk pengajuan klaim diluar JKK. Untuk JKK sendiri, selain syarat di atas, ada tambahan  berupa absensi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang bekerja pada hari itu. Bila kecelakaan terjadi di jalan raya, maka dibuktikan dengan surat keterangan kecelakaan dari kepolisian.

3. Ajukan Klaim secara Online

Pengajuan klaim kepada BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2018 dapat dilakukan secara online. Klaim dapat dilakukan melalui aplikasi BPJSTKKU atau bisa juga melalui website resmi https://bpjsketenagakerjaan.go.id. Hal ini diterapkan untuk lebih memastikan kepada peserta ketepatan hari pembayaran klaim, jika itu dilakukan secara cash, dan meminimalisir antrean di kantor pelayanan.

4. Tunggu Konfirmasi dari Kantor Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah verifikasi data, akan dikonfirmasi dari BPJS untuk datang. Biasanya akan diminta untuk datang ke kantor BPJS terdekat dengan menyiapkan serta membawa berkas-berkas yang dibutuhkan.   dikonfirmasi untuk datang ke kantor pelayanan dengan membawa semua berkas.

5.Tunggu Hasil Pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak perlu report bolak balik ke kantor pelayanan. Setelah semua berkas dinyatakan valid, maka proses pencairan klaim dilakukan secara transfer melalui bank yang bekerjasama. Umumnya waktu pencairan antara 5 -10 hari kerja.

Cara mengurus BPJS Ketenagakerjaan sudah dipermudah demi kenyamanan para pengguna BPJS. Adanya BPJS sendiri merupakan bentuk perlindungan warga negara yang telah dijamin oleh undang-undang. Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri dan anggota keluarga yang sudah bekerja dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.(nkh)