Sekarang ini, hampir tidak ada aktivitas yang tidak menggunakan gadget, baik dalam bentuk telepon genggam maupun menggunakan laptop. Namun berlama-lama di depan laptop ternyata bisa memicu gangguan kesehatan.

Semua orang merasakan dengan bantuan gadget semua aktivitas menjadi lebih mudah. Di sisi lain, gadget juga  bisa menjadi hiburan di saat-saat senggang, merintang waktu tanpa harus berpindah tempat dari kursi yang kita duduki. Namun, apakah perkembangan itu selalu berarti positif? Apakah laptop, smartphone, tab lebih banyak manfaatnya atau jadi madhorot? Jawabannya tergantung bagaimana kita menggunakan kemajuan teknologi itu.

Menggunakan gadget secara cerdas bukan hanya berbicara tentang konten gadget, namun juga apakah kita cerdas mengatur diri dalam menggunakan gadget? Beberapa waktu yang lalu, digelar sebuah talkshow tentang cara menggunakan gadget dengan benar, agar tak berdampak pada kesehatan kita.

Marybett Sinclair, Trainer Treatmen Gadgetholic yang datang dari Amerika, sekaligus founder sebuah Rumah Spa bagi ibu hamil dan bayi yang salah satu cabangnya ada di Indonesia, membagi tips menjaga kesehatan bila sering berada di depan laptop. Ada sebuah penelitian yang menjadi landasan aksinya yaitu pada tahun 2016 rata-rata orang dewasa di Amerika menghabiskan waktu 9 jam setiap harinya melihat handphone, tablet, komputer dan video game.

Sementara anak-anak menghabiskan waktu 6,5 jam di depan layar. Bagi orang Indonesia, rata-rata menghabiskan waktu di depan komputer juga 9 jam.

Berikut ini akan dirangkum beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan fisik yang berkaitan dengan gadget, yang disampaikan oleh Marybett Sinclair Bagi orang dewasa yang seluruh aktivitasnya menggunakan gadget, mungkin pernah mengalami rasa sakit di leher, bahu, bahkan punggung. Rasa sakit ini bisa datangnya sesekali saja, sehingga dianggap sakit biasa saja, yang cukup diberi pengobatan luar saja.

Tetapi bagi yang sudah sering mengalami sakit leher, bahu, punggung, bahkan yang sakitnya sudah permanen, sebaiknya mewaspadai keluhan itu dan tidak dianggap remeh. Bagaimana Anda memposisikan kepala dan bahu dalam satu hari – termasuk di dalamnya posisi tidur Anda – merupakan faktor utama yang menyebabkan rasa sakit pada leher dan ketegangan pada bahu.

Coba kita ingat, gerakan atau posisi seperti apa yang sering kita lakukan di saat kita berada di depan komputer. Ini jawabannya,  jika kepala kita lebih sering maju ke depan, maka otot di depan leher akan menjadi memendek, sebaliknya otot di belakang leher akan memanjang.

Dalam jangka waktu yang panjang,  jika tidak disadari,  posisi itu akan menimbulkan rasa tegang dan sakit yang berlangsung terus, sehingga otot akan mengakomodasi posisi ini. Jika otot sudah mengakomodasi posisi baru itu, bukan tidak mungkin sejak dari leher hingga  kepala akan kita mengalami perubahan struktur otot.

Lebih jauh lagi Marybett memaparkan beberapa akibat yang bisa timbul ketika kita sering mencondongkan kepala kita.

  • Tekanan atau stress pada tulang belakang dan sendi tulang punggung akan meningkat karena  dipaksa menyesuaikan diri dengan posisi duduk. Stress yang sama akan meningkat pula pada kepala dan leher karena bagian ini harus bekerja lebih keras ketika mereka sering terposisikan lebih maju dibanding biasanya.
  • Akan mengakibatkan ketegangan dan rasa sakit yang terasa pada mata yang selalu terfokus pada satu jarak dan satu obyek.
  • Akibat lebih jauh lagi adalah mata akan sakit, lelah, perih, bahkan mata akan kering, penglihatan buram atau dobel.
  • Ahli mata di Amerika mengamati, akan timbul “serangan presbiopia dini”, yaitu datangnya mata tua sebelum waktunya. Bahkan kedatangan presbiopia dini ini bisa sampai 10 tahun lebih cepat dari yang seharusnya. Penyebabnya adalah karena lensa mata terlalu sering melihat layar dengan kondisi tegang.

Cara memperbaiki postur pada saat bekerja di depan komputer menurut Marybett

  • Duduk dengan menumpu pada bagian depan tulang selangkangan, bukan bertumpu pada tulang ekor.
  • Dengan perlahan, tekan bagian belakang kepala ke arah belakang, sehingga kepala sejajar dengan tulang punggung. Bayangkan ada pengait yang keluar dari atas kepala yang menarik Anda untuk duduk tegak.
  • Biarkan lengan Anda bergelantung dari belakang sendi bahu, bukan dari depan. Hindari menegangkan bahu.
  • Kaki berada pada posisi yang nyaman dan telapak kaki menapak lurus di lantai atau penyangga kaki dengan kaki dan panggul membentuk 90 – 100 derajat dari tulang belakang. Di saat mengetik, jari dan pergelangan harus tetap lurus.
  • Seringlah beristirahat sejenak sangat penting untuk menghindari cidera atau stress pada tulang.
  • Pastikan bahwa mata, punggung, bahu, leher, pergelangan tangan cukup mendapatkan istirahat setiap 20 menit.(nf)