Pasti kamu doyan dong dengan nasi Padang. Nasi hangat dipadu dengan aneka lauk, sayur serta kuah bersantan ini memang lezat, tapi jika makan berlebihan juga bisa memicu munculnya beragam penyakit. Tapi jika kamu paham tips-nya, makanan ini juga bisa membantumu lebih sehat. 
Siapa yang tak suka makan nasi Padang? Sepertinya banyak yang pernah atau bahkan memakan nasi Padang. Dimana saja, nasi padang mudah ditemui. Bahkan ada joke kalau saja di bulan ada kehidupan manusia, pasti ada yang jualan nasi Padang. Salah satu turis asing bahkan mengabadikan nasi Padang dalam bentuk lagu yang menjadi viral beberapa waktu lalu di media sosial kita. Kelezatan nasi Padang dan penggunaan tangan saat makan menjadi kenangan tersendiri bagi seseorang yang baru pertama kali menyicipi masakan Padang.
 
Ada keunikan dari cara menyajikannya. Lauk pauk disajikan dalam piring-piring kecil dan langsung disediakan di meja makan disertai sepiring nasi. Lauk pauk disajikan sangat banyak sehingga menjadi tertarik untuk makan. Dr Ari Fachrial Syam, dokter ahli penyakit dalam RS Cipto Mangunkusomo menceritakan pengalamannya mengajak teman yang berasal dari Jepang untuk makan nasi Padang. “Teman menanyakan apakah kita harus membayar semua yang disajikan diatas meja, saya bilang kita hanya membayar apa yang kita makan dan diapun terperangah dan tidak habis pikir dan terkesan dengan cara penyajian seperti itu,” kata dr Ari kepada Serempak.id.
 
Dari sudut kesehatan, nasi Padang selalu dihubungkan dengan makanan tinggi lemak dan kolesterol serta kandungan makannya banyak mengandung purin sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat  darah. Apakah demikian adanya?. Menurut dokter Ari, ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan agar tetap sehat konsumsi Nasi Padang. Masakan Padang yang disajikan di restoran Padang dalam bentuk jero-jeroan dan seafood. Belum lagi masakan Padang berulangkali dipanaskan,  gulai masakan Padang yang lezat tersebut akan banyak mengandung kadar  lemak jenuh  yang berisi kadar kolesterol tinggi. Nah, ini akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL). “Rendang atau gulai ayam atau kambing yang dipanaskan berulang-ulang, jelas kadar kolesterolnya akan semakin tinggi,” katanya lagi.
 
Masakan Padang yang memang sebagian besar mengandung kadar kolesterol tinggi, tetapi dalam setiap hidangan makanan di rumah makan Padang selalu juga dihidangkan  sayur-sayuran mentah seperti ketimun dan rebusan daun singkong. “Serat yang terkandung dalam kedua sayuran ini dapat membantu mengurangi asupan kolesterol di usus halus,” tambahnya.
Pada umumnya kedua macam sayuran ini selalu tersedia di rumah makan Padang. Menurut dr Ari, usahakan hanya mengosumsi 1 macam lauk. “Kurangi makanan yang terlalu asin,” katanya. Sudah ada penelitiannya bahwa makanan Padang aman asal tidak berlebihan dikonsumsi. Apalagi dikonsumsi dengan sayur-sayuran dan ditutup dengan buah-buahan.
Mengenai waktu yang tepat kapan buah dapat dikonsumsi, sebenarnya tidak ada patokan waktunya sebelum atau sesudah makan. “Lambung kita seperti sebuah kantong, jika diisi pasti akan penuh dan kalau sudah penuh pasti tidak bisa menampung makanan lagi,” tambahnya.
Apa yang akan terjadi kalau terus kita makan, maka kita akan merasa kembung dan bisa saja malah menjadi muntah. Oleh karena itu yang penting bagaimana kita bisa mengatur agar buah tetap bisa dikonsumsi saat kita makan. Lalubagaimana dengan minum?. Sebaiknya sesudah makan kita mengonsumsi air putih hangat atau minum  teh tawar hangat yang selalu diberikan gratis kalau ke rumah makan Padang. 
 
Selamat menikmati nasi Padang! (rab)