Tips Sukses Nilam Sari Bawa Kebab Baba Rafi Mendunia

0
26

Sudah pernah makan kebab? Saat ini kamu bisa menemukan gerai Kebab Baba Rafi di berbagai tempat. Adalah Nilam Sari, sang pemilik usaha makanan ini yang sukses membawa kebab mendunia. Apa tips-nya? 

Kebab memang bukan makanan asli Indonesia. Namun, di tanah air, makanan kebab banyak dijumpai. Mulai dari makanan pinggir jalan hingga di mal terkemuka.

Salah satu merek kebab terkenal di Indonesia adalah Kebab Baba Rafi, yang didirikan oleh Nilam Sari dan Hendi Setiono, pasangan suami istri asal Surabaya. Sebagai perempuan yang mengendalikan usaha kuliner ini, Nilam Sari ternyata banyak mengalami jatuh bangun. Seperti apa ceritanya?

Di awal rumah tangganya, Nilam bersama suami membuka usaha burger di depan rumahnya di Surabaya. Tujuan mereka ingin mandiri, karena selama ini mereka mengaku bergantung kepada orangtuanya. Pada awalnya,  tujuan mulia ini tak selamanya mulus dan banyak mengalami ganjalan,  sampai akhirnya mereka nyaris putus asa. Oleh orangtua Hendy, mereka kemudian disarankan liburan ke Qatar, tempat ayah Hendi bekerja di sebuah perusahaan minyak. Nah, saat berada di Qatar mereka melihat banyak sekali penjual kebab di pinggir jalan.

Sepulangnya ke tanah air, Nilam bersama Hendi mendapatkan ide untuk berjualan kebab. Mereka pun meracik sendiri resep kebab, dan di awal, rasanya sempat tidak enak.  Tapi, mereka pantang menyerah. Berkat bantuan suster yang menjaga anaknya, mereka pun menemukan resep kebab yang pas dengan lidah Indonesia.

Kenapa diberi  nama Baba Rafi? Karena pada saat itu, anak mereka belum bisa menyebut “Papa”,  namun fasih menyebut “Baba”. Sedangkan Rafi adalah nama anak pertama mereka. Awalnya,  mereka mau menamakan Kebab Qatar Baba Rafi, tapi karena kurang pas akhirnya menjadi Kebab Turki Baba Rafi.

nilam-sari-bawa-kebab-mendunia

Lucunya, saat memulai usaha ini mereka malah sering dikira berjualan lumpia. Maklum saja, di tahun 2005 itu Kebab belum dianggap makanan yang dikenal masyarakat Indonesia. Maka, saat menunggui usahanya, banyak pembeli datang dan menyebut ingin membeli lumpia. Nilam pun tak patah arang dan berusaha memperkenalkan kepada publik,  usaha Kebab Turki Baba Rafi yang menjadi kian populer dan laris.

Di Surabaya, usaha mereka kian menunjukkan perkembangan. Hingga Nilam dan Hendi memutuskan untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Dengan penuh percaya diri mereka pun memindahkan kantor operasionalnya ke Jakarta. Tapi, keputusan ini ternyata malah membawa malapetaka.

Tahun 2008-2009, ketika makin dikenal, keduanya malah nyaris menjual usaha kebab Baba Rafi ini. Apa pasal? Perpindahan dari Surabaya ke Jakarta membuat ongkos operasional membengkak, bahkan hutang kian menjerat mereka. Mereka pun kewalahan.

Seorang investor yang memiliki uang kemudian berniat membeli usaha Baba Rafi ini. Setelah mereka saling setuju dengan harganya, akhirnya Nilam dan Hendi pun dengan berat hati melepas usaha ini.

Selesai? Oh tentu saja, tidak!  Kebab Turki Baba Rafi ternyata masih berjodoh dengan Nilam dan Hendi. Pemilik uang tersebut ternyata hanya bisa mengucurkan setengah dari uang yang dijanjikan. Nilam dan Hendi kemudian mengurungkan niat untuk menjual Baba Rafi.

Nilam pun kemudian mendapat tawaran short course dari sebuah institusi terkemuka, pelan-pelan perempuan cantik ini membenahi usahanya. Dia pun merekrut  tiga orang tenaga ahli untuk membenahi manajemen usahanya.

Langkah ini pun sudah menunjukkan hasil. Sebagai perbandingan, jika dahulu karyawannya hanya satu orang, kini karyawannya mencapai 600 orang lebih. Belum termasuk karyawan di outlet.

Kini, usaha kebab Turki Baba Rafi mengibarkan nama Indonesia di mancanegara, dan bisa ditemui di Malaysia, Singapura, Filipina, Cina, Sri Lanka, Brunei Darussalam dan Belanda. Di Indonesia, usaha Kebab Turki Baba Rafi bahkan sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan jumlah 1200 outlet.

Di tengah kesuksesannya, Nilam Sari tak pelit berbagi ilmu dan pengalamannya. Selain kerap diundang untuk pelatihan wirausaha, ibu tiga anak ini juga berbagi di sebuah buku Womenpreneur dengan tema How to Become a Woman Entrepreneur. Di buku ini, Nilam berbagi kisah perjalanannya merintis usaha di usia yang masih sangat muda, dengan modal pertama hanya Rp 4 juta rupiah. Nah, Ladies, kamu juga bisa meniru semangat pantang mundur dalam berusaha seperti Nilam. Yuk, wujudkan mimpimu! (mhp)