Bagi para ibu khususnya yang tidak bekerja, terkadang ada keinginan untuk meringankan beban suami dengan memiliki penghasilan tambahan. Di era teknologi seperti saat ini, menjalankan usaha ternyata tidak harus selalu di tempat khusus. Di rumah, tempat yang paling nyaman untuk ibu-ibu juga dapat dijadikan sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha.

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat 7 aspek penting yang harus diperhatikan saat para ibu akan memulai usaha :

  1. Ijin Suami

Poin pertama ini hal yang paling penting harus dilakukan saat akan menjalankan usaha di rumah. Apakah suami mengijinkan atau tidak. Jangan sampai, di satu sisi dapat penghasilan tambahan, di sisi lain, malah terjadi “perang” karena suami tidak setuju. Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan waktu, pengelolaan tempat, dan juga pengaturan uang. Walau bagaimanapun buat para ibu, rumah tangga tetap no 1 tentunya.

  1. Jenis usaha yang akan dijalankan

Ada yang bertanya, apakah usaha yang dijalankan harus yang sedang trend atau yang kita sukai walau tidak trend? Jawaban saya adalah yang kita sukai. Misalnya anda akan membuat usaha di bidang kecantikan tetapi tidak suka berdandan, akan membuat kita tidak dapat mencintai usaha yang dijalankan. Akan berbeda saat usaha yang kita jalankan adalah bidang yang kita sukai dan kuasai. Tentunya kita akan bersungguh-sungguh menjalankan usaha tersebut.

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki

Setelah kita memilih usaha yang akan dijalankan, perkuat pengetahuan dan keterampilan tentang usaha tersebut. Jangan merasa puas dengan pengetahuan dan keterampilan yang kita punya. Alokasikan waktu dan dana juga untuk belajar. Apalagi trend bisnis terus berkembang. Jadilah ahli pada usaha yang kita tekuni. Tidak usah khawatir, karena ilmu tidak akan pernah hangus, apalagi dengan ilmu yang dipelajari kita akan semakin berhasil dalam menjalankan usaha.

  1. Gunakan Modal Sesuai Kemampuan, Jangan Menggunakan Modal Pertama dari Pinjaman

Modal selalu menjadi hambatan saat menjalankan usaha. Ingin punya usaha jahitan, tapi tidak punya mesin jahit, ingin punya usaha rumah makan tapi cuman punya wajan dan kompor. Di era digital sekarang ini banyak usaha yang dibangun tanpa modal besar. Modal yang dimiliki adalah kepercayaan diri, keyakinan untuk maju, dan telepon genggam plus kuota internet. Ya, saat ini ada profesi baru yang menjanjikan, diantaranya adalah jasa titipan (jastip), perantara (dropshipper). Kedua profesi ini dapat dijalankan tanpa modal besar. Begitu pula untuk usaha kuliner, beberapa bisnis kuliner berjalan baik tanpa memiliki rumah makan, dengan menggunakan jasa kurir untuk melakukan pengiriman.

  1. Buat Perencanaan Usaha dengan Matang

Selanjutnya, lakukan perencanaan yang matang usaha kita. Saat ini ada beberapa model perencanaan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya menggunakan Bisnis Model Canvas (BMC). Tools perencanaan yang dibuat oleh Alexander Ostelwalder, peneliti sekaligus pengusaha ini sangat membantu untuk menyusun rencana bisnis dengan matang. Mulai dari menentukan target pasar, fitur produk, hingga proses bisnis, alat dan bahan serta biaya yang dibutuhkan. Sehingga kita dapat menyesuaikan rencana dengan kesiapan kita.

  1. Minta doa Suami dan Orang Tua

Setelah semua persiapan dijalankan dengan matang, selanjutnya adalah meminta doa dari suami dan orang tua. Ah, masa sih, usaha kecil saja harus minta doa. Tentunya ingin usaha yang kita jalankan berkah kan. Usaha tersebut jangan takut gagal, karena namanya juga usaha, ada berhasil, ada gagal. Banyak pula faktor pendukungnya, bisa jadi dari diri kita sendiri, dari lingkungan atau memang ada hal lain yang tidak terduga. Doa suami dan orang tua ini diharapkan dapat menjadi pemberi kekuatan tambahan bagi kita dalam menjalakan bisnis.

  1. Mulai Segera

Bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan, begitu salah satu ungkapan almarhum Bob Sadino, pengusaha sukses di bidang pertanian. Seringkali sebelum memulai bisnis ada muncul rasa khawatir, apakah akan ada yang membeli atau tidak, bagaimana tanggapan teman atau saudara saat tahu kita menjalankan bisnis, apakah akan mengganggu atau tidak, dan sebagainya. Wajar, jika kita merasa khawatir tentang hal baru yang akan dijalani. Tentunya setiap langkah awal tidak akan ada yang sempurna. Dalam perjalanannya sesekali ada kekurangan, dan itu wajar. Sehingga para pakar bisnis selalu menyarankan kita untuk memulai dari bisnis yang kecil dulu. Apalagi jika baru pertama menjalankan bisnis.

Nah, bagaimana, sudah siapkah menjalankan bisnis? Yakinkan pada diri kita bahwa melalui bisnis yang akan dijalankan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga kita. Sehingga kebaikan lah yang akan diperoleh saat menjalankan bisnis tersebut. Selamat mencoba.(snm)