Upaya Menolong Korban Banjir Bima

0
20
Wilayah Bima di Nusa Tenggara Barat saat ini sedang mengalami banjir besar yang cukup parah. Apa yang bisa kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita, korban banjir di Bima?
Siklon tropis Yvette yang saat ini posisinya di Samudera Hindia Selatan Bali, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Utara Timur Laut telah menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan. “Adanya siklon tropis tersebut telah memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB di antaranya Bima dan Sumbawa,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
 
Menurut BMKG, diprediksi siklon tropis inu pada 22/12/2016 masih berada di Samudera Hindia sekitar 590 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 km/jam (45 knot). Dengan kondisi tersebut maka siklon tropis Yvette ini akan memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Jawa Timur bagian Timur dan Selatan, Bali, NTB dan NTT. 
 
Gelombang laut dengan ketinggian antara 2.5 – 4.0 meter di wilayah Laut Jawa bagian tengah dan timur, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Perairan selatan Jawa Tengah hingga NTB,  Selat Bali bagian selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores bagian barat. Gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 4.0 meter di wilayah Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT.
Kondisi ini berpotensi dapat menambah volume banjir.  Kepala BNPB, Willem Rampangilei, terus melakukan kontak dengan BPBD Provinsi NTB untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden perkembangan penanganan banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Sumbawa. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB berangkat ke lokasi bencana dan memberikan bantuan. “Posko BNPB terus memantau semua perkembangan banjir,” kata Sutopo.
 
BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan PLN NTB. Delapan genset di gudang BPBD NTB bersama dengan bantuan 2 truk logistik diberangkatkan ke Kota Bima pada malam ini. Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk mengirim tenaga medis dan obat-obatan.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet, permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, genset, tenda, dan lainnya. Sarana komunikasi juga terkena dampak dari banjir yang melanda Bima. Sejumlah BTS padam karena tidak mendapatkan aliran listrik atau karena sebab lainnya. Namun sebagian lagi BTS masih tetap beroperasi dan layanan XL masih bisa menjadi sarana komunikasi dan mengirimkan informasi. Vice President XL East Region, Desy Sari Dewi mengatakan “Petugas BTS masih berusaha menjaga BTS yang ada agar dapat beroperasi,” katanya. (rab)
Sumber Foto : BNPB