Waspada bahaya Pneumonia, Transformasi Lintah menjadi Drakula pada anak (Bagian 1)

0
34

Oleh : Raihana Nadra Alkaff, SKM, MMA 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 15% dari seluruh kematian anak di bawah 5 tahun disebabkan oleh Pneumonia. Pneumonia menewaskan sekitar 922.000 anak per tahun atau 2.500 anak per hari atau 100 anak per jam. Di Indonesia Pneumonia merupakan penyebab kematian anak paling utama dibandingkan dengan penyakit-penyakit infeksi lainnya seperti diare, demam berdarah, tuberculosis dan HIV. Mungkin anda pernah mendengar tentang Pneumonia, tapi apakah anda tahu apa itu Pneumonia, penyebabnya, gejalanya, cara mencegah dan mengobatinya? Dua artikel singkat ini akan mengupas detail tentang hal tersebut.

Pneumonia bukanlah penyakit baru namun penyakit yang sudah lama dikenal di masyarakat ratusan tahun bahkan sebelum Masehi. Pneumonia dikenal dengan nama penyakit paru, radang paru atau paru-paru basah. Sir William Osler, dikenal sebagai “bapak kedokteran modern,” menyebut Pneumonia sebagai “kapten pembunuh manusia” pada 1918 karena banyaknya kasus kematian dan kesakitan yang disebabkannya.

Pneumonia adalah kondisi infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru (kantong alveoli), kantong alveoli tersebut dipenuhi oleh cairan bisa berupa nanah sehingga menghambat pernafasan. Penyebab utama pneumonia tidak hanya bakteri, tetapi juga virus dan /atau jamur. Bakteri yang paling umum yang menjangkiti anak-anak adalah Staphylococcus Pneumonia. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak cepat ditanggulangi.

Namun pneumonia pada anak-anak lebih banyak disebabkan oleh virus yang sangat jarang menyebabkan kematian, namun mayoritas menyebabkan anak dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang sangat parah. Walaupun kasus kematian akibat virus pneumonia jarang terjadi, menurut sejarah, raja dan ratu Hawaii, keduanya meninggal akibat Pneumonia (virus measles) pada saat berkunjung ke London pada tahun 1824. Beberapa virus yang menyebabkan Pneumonia adalah virus Respiratory Synctial Virus (RSV), adenovirus, Influenza A atau B, measles, parainfluenza, Cytomegalovirus, Varicella-zoaster virus, rhinovirus, dan Human Metapneumovirus (virus yang relatif paling baru ditemukan).

Pneumonia sebenarnya dapat dicegah dengan mudah. Ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menghindari anak dari bahaya Pneumonia. Pertama adalah rutin melakukan imunisasi pada anak (terutama pertussis, measles dan Hib) memberikan ASI ekslusif pada 6 bulan pertama, minum air bersih, sanitasi yang baik, rutin mencuci tangan menggunakan sabun, nutrisi yang baik pada anak usia di atas 6 bulan, memperhatikan sirkulasi udara di rumah dan mewaspadai 6 gejala berbahaya pada pneumonia.

Apa saja 6 gejala berbahaya pneumonia yang harus diwaspadai?

  1. Tidak mau minum

  2. Muntah terus menerus

  3. Kejang

  4. Lesu atau tidak sadar

  5. Stridor (suara nafas yang kasar) pada anak yang tenang

  6. Gizi buruk

Jika salah satu gejala berbahaya di atas ada pada anak anda, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga bisa ditangani dengan cepat.

Referensi:

  1. UNICEF. World Pneumonia Day 2015 Infographic 2015. Available from: http://worldpneumoniaday.org/.

  2. Geo. F. Brooks JSBaSAM. Medical Microbiology. Stamford: Appleton and Lange; 1998

  3. Focus on Pneumonia [Internet]. WHO Philippines. 2014. Available from: http://www.wpro.who.int/philippines/typhoon_haiyan/en/index.html.

  4. Raihana S, Dunsmuir D, Huda T, Zhou G, Rahman QS, Garde A, et al. Development and Internal Validation of a Predictive Model Including Pulse Oximetry for Hospitalization of Under-Five Children in Bangladesh. PloS one. 2015;10(11):e0143213.

  5. Wikipedia. Pneumonia. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Pneumonia.