Waspadai Kelebihan Berat Badan pada Anak

0
14

Perlu kita ketahui, anak yang bertubuh gemuk berpotensi tumbuh menjadi orang dewasa yang bertubuh gemuk. Tak dapat dipungkiri, masyarakat awam di Indonesia banyak yang menganggap anak bertubuh gemuk sebagai anak yang berkecukupan gizi. Padahal anggapan tersebut salah kaprah. Kelebihan berat badan (overweight) merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki berat badan melebihi rata-rata anak seusianya.

Kegemukan disebabkan timbunan lemak yang berlebih. Secara jangka pendek, kegemukan tidaklah besar pengaruhnya bagi anak. Namun, jika dibiarkan hingga anak dewasa, kelebihan berat badan bisa memicu munculnya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes melitus, dan hipertensi.  Orang dengan kegemukan juga berisiko lebih tinggi terkena kanker. Sebagai orang tua, tegakah Anda anak membiarkan anak tumbuh dengan berbagai ancaman penyakit?

Untuk itu, orang tua selayaknya tidak menganggap remeh kelebihan berat badan pada anak. Tak ada salahnya melakukan tindakan preventif dari sekarang. Yang perlu kita lakukan pertama adalah memastikan apakah anak mengalami kelebihan berat badan atau tidak. Pengukuran dilakukan dengan perhitungan berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam meter pangkat dua (m2), sehingga didapatlah Indeks Massa Tubuh (IMT). Lalu, cocokkan angka Indeks Massa Tubuh anak dengan klasifikasi yang dikeluarkan WHO tentang IMT sesuai massa tubuh orang asia.

Jika hasilnya menunjukkan anak Anda masuk dalam kategori kelebihan berat badan, berikut adalah langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan orang tua.

Ajak anak beraktivitas fisik

Gaya hidup yang buruk sering dikaitkan dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia, yang akhirnya berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat. Di era internet ini kebanyakan anak terbiasa dengan permainan di ponsel pintar. Selain dampak psikologis yang dapat timbul dari konten games yang mereka mainkan, keasyikan bermain games juga cenderung mengurangi keinginan anak untuk menggerakkan badannya.

Penumpukan lemak biasanya terjadi pada anak yang gemar makan, namun kurang aktif bergerak atau berolahraga. Kegemukan menyulitkannya untuk bergerak, sesak nafas, dan bahkan mudah lelah karena menopang berat badan berlebihnya. Jika ingin mengajak anak beraktifitas fisik, hal utama yang perlu kita lakukan adalah memberi anak batasan yang jelas dalam mengakses perangkat seluler. Jangan lupa untuk menciptakan suasana gembira saat beraktifitas fisik bersama anak, agar mereka tak cepat bosan atau kapok.

Atur pola makan

Manusia modern cenderung menginginkan yang serba instan. Contoh yang paling mudah ditemukan sekarang adalah dalam hal menyiapkan makanan. Dampaknya multiaspek, mulai dari meningkatnya konsumsi makanan berbahan pengawet sampai yang tinggi lemak jenuh, yang potensial menyebabkan kelebihan berat badan.

Jika anak kelebihan berat badan, jangan paksa mereka untuk diet berlebihan. Diet untuk mengatasi kegemukan pada orang dewasa tidak dapat diterapkan kepada anak, karena mereka masih membutuhkan gizi lengkap untuk pertumbuhannya. Anak memerlukan protein untuk pertumbuhan otot dan memperbaiki sel yang rusak. Begitu juga karbohidrat untuk tenaga dalam beraktivitas dan menjaga kestabilan gula darah. Solusinya, berikan makanan empat sehat lima sempurna dengan takaran yang cukup menurut usianya.

Cek faktor genetik

Banyak orang beranggapan kegemukan dapat diselesaikan dengan diet dan berolahraga. Faktanya, kegemukan juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang tua yang gemuk berpotensi melahirkan anak yang mudah menjadi gemuk. Cara terbaik mengatasi kegemukan pada anak adalah perlunya mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Jika memang kelebihan berat badan anak disebabkan faktor genetik, orang tua perlu memberi perhatian lebih pada pola makan dan aktifitas fisik anak. Selain mengatur pola makan, anak juga bisa diikutkan, misalnya, les renang agar aktifitas fisiknya lebih teratur. (aad)