Berhati-hatilah memilih produk kosmetik yang beredar di pasaran. Berdasarkan rilis yang diperoleh Serempak.id dari Badan POM, sepanjang semester II tahun 2016 lalu, Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) menemukan 39 item kosmetik mengandung bahan berbahaya!
Kandungan bahan berbahaya yang ditemukan pada produk kosmetik adalah bahan pewarna merah, merkuri, teofilin. Sebanyak 14 item produk yang ditemukan merupakan produk impor. Sedangkan 25 item yang ditemukan adalah produk lokal. “Produk kosmetik yang ditemukan berupa rias mata, rias wajah, perawatan kulit dan kuku,” kata Penny Lukito, Kepala BPOM di kantor Badan POM.
 
Produk kosmetik ilegal yang ditemukan, menurut Penny dapat mengancam kesehatan masyarakat juga berdampak negatif terhadap ekonomi nasional. “Produk-produk kosmetik ilegal dari luar negeri tersebut, bisa menurunkan daya saing industri kosmetika nasional,” kata Penny.
Jenis temuan ilegal tersebut  meliputi produk kosmetik impor yang tidak mempunyai izin edar, serta mengandung bahan berbahaya. Namun ada juga produk kosmetik impor yang mempunyai izin edar tapi dimasukan secara ilegal ke wilayah Indonesia (tidak melalui skema INSW).
 
Modus operandi yang dilakukan produk kosmetik ilegal ada beberapa cara. Pertama pengemasan dilakukan seolah-olah produk dalam negeri. Kedua, produk kosmetik diproduksi di dalam negeri, namun dinyatakan sebagai produk impor. Ketiga, diedarkan secara langsung kepada konsumen (direct selling). Keempat, memasukkan produk kosmetik ilegal itu dengan cara sengaja dimasukkan bersamaan dengan komoditi lain, melalui pelabuhan tradisional. “Selain itu, juga  dimasukkan ke Indonesia sebagai barang tentengan,” lanjut Penny.
 
BPOM kemudian memberikan sanksi administrasi dan sanksi pro justisia. Saksi administrasi berupa pembatalan izin edar/notifikasi sebanyak 39 item. Perintah penarikan produk kepada produsen hingga pembekuan akses notifikasi dan penghentian sementara kegiatan. Sedangkan sanksi pro justisia yakni investigasi awal dan penyidikan tindak pidana oleh PPNS Badan POM.
 
BPOM menghimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi atau menggunakan produk kosmetik yang tercantum dalam peringatan publik ini. Masyarakat juga harus selalu menggunakan kosmetika yang memiliki Izin Edar. “Apabila terdapat kecurigaan adanya kegiatan memproduksi dan atau mengedarkan produk kosmetika mengandung bahan berbahaya agar melaporkannya kepada Badan POM,” kata Penny. Masyakat bisa menghubungi ke contact center HALOBPOM 1-500-533. Bisa juga melalui sms ke 0812 19999 533, email : halobpom@pom.go.id  atau bisa ke Twitter @bpom_ri e. (rab)