Biasanya mengisi akhir pekan mengajak keluarga pergi ketempat mall, kafe atau nonton film di bioskop, terdengar menyenangkan tapi tidak menambah pengetahuan atau pendidikan untuk anak. Ayo ajak keluarga pergi ke tempat-tempat bersejarah atau museum karena bangsa yang berhasil adalah bangsa yang rakyatnya menghargai dan mengenal sejarah bangsanya sendiri. Bangsa Indonesia  memperingati hari Nasional Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober. Penetapan hari Museum Nasional atas musyawarah museum se-Indonesia (MMI), pada tanggal 12 -14 Oktober 1962, di Yogyakarta

Museum Di Era Digital

Di jaman serba teknologi canggih seperti sekarang museum-museum di Indonesia sudah mulai membenahi diri dan mengikuti arus jaman, seperti museum yang saya kunjungi hari ini, yaitu Museum Perumusan Naskah Proklamasi, museum ini berada di jalan Imam Bonjol No.1 Jakarta Pusat (sebelumnya jalan Meiji Dori ). Di museum ini kita bisa mendapat informasi digital berupa teks, suara, maupun video, menurut kurator museum, “sarana digital di sediakan agar bisa mengikuti perkembangan jaman dan pengunjung tidak merasa bosan datang ke museum. Disetiap dinding museum banyak terdapat poster-poster yang dapat dipindai dengan aplikasi Siji diponsel, maka informasi yang didapat berupa teks, suara dan gambar akan muncul seketika jika kita scan gambar melalui aplikasi ini, disetiap ruangan juga terdapat informasi digital bentuknya seperti buku, pengunjung cukup mengklik pilihan informasi yang diinginkan, maka semua tulisan, gambar akan muncul. Keren ya, museum di Indonesia, semuanya sudah serba canggih

Sejarah Gedung

Gedung didirikan Tahun 1920-an oleh arsitek J.F.L Blankenberg, bentuk bangunan hingga saat ini tidak berubah masih asli bergaya arsitektur Eropa (Art Deco), keramik lantai masih asli berwarna kuning kecoklatan, luas tanah gedung 3.914 M2 dan luas bangunan 1.138,10 M2..Pada masa pendudukan Jepang adalah tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, dengan jabatan sebagai Kepala kantor penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang.Gedung ini sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena pada Tanggal 16 -17 Agustus 1945 terjadi peristiwa sejarah perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia. Pada Tahun 1984 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Nugroho Notosusanto, menginstrusikan kepada Direktorat Permuseuman agar menjadikan gedung bersejarah ini sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Museum terdiri dari dua lantai, lantai pertama ada 4 ruangan bersejarah.

  1. Ruangan Pertama disebut Ruang pertemuan Ir.Soekarno, Drs.Moh Hatta dan Mr.Ahmad Soebardjo yang diterima langsung oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda.
  2. Ruanga Kedua disebut Ruang Perumusan, Ir.Soekarno, Drs.Moh Hatta dan Mr.Ahmad Soebardjo merumuskan konsep naskah proklamasi diruangan ini, yang masih terlihat lengkap dengan kursi dan meja asli pada saat perumusan naskah proklamasi.
  3. Ruang Ketiga disebut Ruang Pengetikan, karena Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi tepatnya di ruang bawah tangga, ditemani oleh B.M.Diah.
  4. Ruang Keempat adalah Ruang Pengesahan.Pada Hari Jumat, Tanggal 17 Agustus 1945 menjelang subuh betepatan dengan bulan suci Ramadhan, diruangan ini telah disetujui konsep naskah proklamasi oleh seluruh hadirin yang datang, kurang lebih 40-5- orang, serta ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.

Ruangan di lantai dua diisi dengan berbagai macam barang- barang penting yang telah menjadi bagian dalam perumusan naskah proklamsi seperti piringan hitam yang pertama kali merekam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, buku-buku, uang dan pakaian yang masih terawat dengan baik.

Tiket Masuk Museum

Ruangan didalam museum diberi pendingin udara dan penerangan yang cukup, toilet yang dijaga kebersihannya, ada Mushola dan mukena bagi yang ingin sholat.Semua ruangan dijaga kebersihannya karena ada peraturan pengunjung tidak boleh makan dan minum didalam museum.

Tiket masuk museum sangat terjangkau :

  • Dewasa                                    Rp.2.000,-
  • Dewasa (Rombongan)               Rp.1.000,-
  • Anak-anak                                 Rp.1.000,-
  • Anak anak (Rombongan)           Rp.500,-
  • Tamu Asing                               Rp.10.000,-

Untuk rombongan harus lebih dari 20 orang.

Jadwal Museum :

  • Selasa – Kamis                         : 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat                                       : 08.00 –  11.30 WIB  & 13.00 – 16.30 WIB
  • Sabtu / Minggu                         : 08.00 – 16.00 WIB
  • Senin & Libur Nasional               : Tutup

Jadi ayo ke museum selain bisa mengisi waktu libur bersama keluarga, teman atau komunitas, ke museum juga bisa menjadi sarana edukasi sejarah dan Anda juga telah turut serta mendukung pelestarian museum di Indonesia sekaligus mengenal sejarah dan budaya bangsa.(ns)