(sumber gambar: republika.co.id)

Mengenali tentang MUI (Majelis Ulama Indonesia) dengan sebuah produk bernama sertifikasi halal merupakan suatu uji kelayakan tersendiri. Terlebih lagi bagi warga negara yang beragama Islam memang sudah seharusnya melihat sebuah produk dari adanya label yang sudah tersertifikasi halal dari MUI. Hal ini merupakan sebuah anjuran Tuhan untuk pemeluk agama islam. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 88 yang artinya berbunyi: “dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thoyib) dari apa yang telah dirizki kan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.”

Memaknai kata halal dan baik memang sudah selayaknya dilakukan oleh manusia muslim yang beriman. Dalam hal ini peran MUI dalam melakukan sertifikasi halal melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), bekerjasama pula dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk kategori makanan yang thayib (baik).

Beralih dari hal tersebut, peran dari MUI dalam melakukan sertifikasi memang perlu adanya sebuah kejelasan dari proses sertifikasi. Hal ini tentu saja banyaknya makanan, obat-obatan maupun kosmetik yang memang harus sudah tersertifikasi halal dari MUI tersebut. Lalu bagaimana MUI dalam melakukan proses sertifikasi halal tersebut. Ada beberapa proses yang harus dilalui oleh pemilik perusahaan untuk melakukan proses kehalalan yang sudah tersertifikasi dari MUI:

  1. Memahami persyaratan sertifikasi halal dan mengikuti pelatihan SJH.

Dalam hal memahami persyaratan sertifikasi halal terdapat dalam HAS 23000. Dokumen tersebut terdiri atas dua bagian penting yaitu bagian 1 tentang persyaratan sertifikasi halal dan bagian 2 tentang sistem jaminan halal.

  1. Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Sistem Jaminan Halal memiliki kriteria yaitu: kebijakan halal, tim manajemen halal, pelatihan dan edukasi, serta bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis aktivitas kritis, kemampuan telusur, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria, audit internal, dan kaji ulang manajemen.

  • Menyiapkan dokumen sertifikasi halal
  • Melakukan pendaftaran sertifikasi halal (upload data)
  • Melakukan monitoring pre audit dan pembayaran akad sertifikasi
  • Pelaksana audit
  • Melakukan monitoring pasca audit
  • Memperoleh sertifikasi halal

Sebuah proses untuk mendapatkan barang yang sudah tersertifikasi oleh MUI, perusahaan menunggu hingga 75 hari kalender sejak pendaftaran lengkap. Diawali proses selesai upload hingga sebelum audit yang memakan waktu 20 hari, lalu 15 hari berikutnya untuk proses selesai pre audit sampai audit, dilanjutkan proses audit sampai rapat komisi fatwa yang memakan waktu 15 hari dan terakhir proses rapat komisi fatwa sampai terbit sertifikasi halal yang memakan waktu 25 hari. Dan setelah terbit sertifikasi halalnya tersebut, hanya berlaku untuk kurun waktu dua tahun. Setelah dua tahun perlu diulang untuk proses sertifikasi halalnya kembali.

Oleh sebab itu, bagi muslim maupun muslimah, serta anak-anak bahwa sesuatu yang baik dan halal itu memang mahal harganya ya memang sudah selayaknya bisa dilihat dari adanya proses sertifikasi yang memakan waktu yang lama dengan biaya yang sudah diatur oleh MUI.

Jadi, sebenarnya sertifikasi halal ini adalah hanya label halal suatu produk yang sangat dianjurkan dalam syariat islam. Berhubung sebuah manfaat dari sertifikasi halal yang sungguh bermakna sehingga tujuan dari adanya sertifikasi halal tentu adanya sebuah rasa nyaman yang bisa menentramkan batin konsumen dalam mengkonsumsinya.

(Sumber gambar: instagram.com/hatta_celebes)

Nah, untuk melihat produk yang sudah tersertifikasi bisa dilihat di sebuah produk dengan terdapat logo halalnya loh. Jika penasaran apakah sebuah produk pangan, makanan, obat-obatan dan kosmetik sudah tersertifikasi halal, saat ini bisa dilihat melalui website halalmui.org. Selanjutnya jika ingin melihat di smartphone untuk menjaga kewaspadaan bisa juga diunduh aplikasinya melalui playstore dengan mengetikkan kata halal MUI. Jadi tidak ada lagi kata was-was untuk sebuah produk halal.(sae)

3 COMMENTS